RSS

Curriculum Vitae Nurdin Halid

27 Feb

Curriculum Vitae Nurdin Halid semoga banyak membantu pengetahuan kita tentang kiprahnya selama ini.

Nama: Andi Muhammad Nurdin Halid.
Ttgl: Bone, Sulawesi Selatan, 17
November 1958.
Jabatan: Ketum PSSI. Istri: Hj. Andi Nurbani Halim.
Anak: ada 7 org

Nurdin punya 3 rumah mewah loh :

Rumah pertama di Jl. Bau Mangga No.32, Makassar

Rumah kedua di Jl.Poltangan PR Tanjung Barat Persada Kav. 16, Jaksel.

Rumah ketiga di Rafles Hills Blok B-2 No.10-11 Harjomukti Cibubur, Jabar

Sekolah Nurdin Halid:

SD Negeri Apala (1970),
SMEP Negeri Watampone (1973),
SMEA Negeri Watampone(1976).

Job Experience Nurdin Halid :

Dirut PT Goro Yudhistira Utama,
Penyuluh Penggerak Koperasi, Sulsel,
Wadiru Pusat Koperasi Unit Desa Hasanuddin, Sulsel (1990).
Direktur Utama Puskud Hasanuddin, Sulawesi Selatan (1992-1998),
anggota DPR dr Golkar 1999-2004
Anggota Komisi V & XI (1999 – 2001).

Job Experience Nurdin Halid Setelah jadi Sarjana :

Manajer PPK Kabupaten Gowa (1983-1985),
Ketua AMPI, Sulsel (1994-1999),
Ketua DPD KNPI, Sulawesi Selatan (1994-1997),
Pengurus Kadinda, Sulawesi Selatan (1994-1998).
Ketua DPD I AMPI Sulsel (1994-1999), Pengurus REI Sulsel (1995-1998)
Pengelola/Manajer
hobby main volley loh sbg pengurus PBVSI (1994-1999),
PSM, Ujung Pandang (1995-1996),
Anggota Majelis Pemuda Indonesia (1995-1999),
Manajer PSM Ujungpadang (1995-1996).
Komisaris PSSI Sulawesi Selatan (1995-1999),
Pengurus DPP Pemuda Panca Marga(1996-2000),
Ketua Pengda PSSI Sulawesi Selatan (1996-1998)
Komisaris Daerah PSSI Sulsel (1996-2006),
Ketua Bidang Pembinaan PSSI Pusat (1997-2002),
Ketua Umum Induk Koperasi Unit Desa 1998-2003,
Ketum Koperasi Distribusi Indonesia (KDI) (1998),
Wakil Ketua DPD Golkar Sulsel (1999),
Ketua Bidang Pembinaan PSSI Pusat (1999-2000) Pengurus
SOKSI (1999), Ketua Umum Dekopin (1999-2004),
Wakil Ketua AMPG (2000),
Sekretaris DPAMPI (2003-2008)
Curriculum Vitae Nurdin Halid

Kasus korupsi Nurdin Halid yang pertama:
Korupsi dana simpanan wajib khusus petani cengkeh (SWKP),
senilai Rp 115,7 milyar.
Divonis bebas 1999.

Kasus korupsi Nurdin Halid yang kedua:
Penyalahgunaan dana distribusi minyak goreng Koperasi Distribusi
Indonesia (KDI) Rp 169 milyar (2002).
Status: gak jelas

Kasus korupsi Nurdin Halid yang ketiga:
Penyelundupan 60.000 ton beras asal Vietnam yg rugikan negara Rp 28 milyar (2004)
Status: Vonis 2 tahun 6 bulan (Dapat remisi)

Kasus korupsi Nurdin Halid yang keempat :
Lanjutan dari korupsi dana distribusi minyak goreng KDI.
Putusan Kasasi MA, Nurdin kena 2 tahun penjara (2007), bebas 2008

Kajati Sulsel Gagoek Soebagyanto yg mau nyeret Nurdin Halid ke penjara akhirnya dicopot oleh Andi Ghalib.
Gilenye,taon 1998 Nurdin udah sakti loh.
Sept 1998, Gagoek ngomong ke media kalo dia di teror orang tak dikenal sejak nyidik kasus Nurdin.
Dia juga bilang kalo orangnya Nurdin nyoba nyuap Rp 1 M.
Gak lama setelah ngomong di media, Gagoek mengajukan pensiun dini & cabut dari Sulsel dengan alasan gak kuat
ngadepin teror terhadap dia & keluarganya.

Nurdin bantah tuduhan Gagoek.Karena sakti & tajir Nurdin dituntut bebas oleh jaksa pada bulan Maret 1999,sehingga proses pengadilan tidak bisa diterusin. Nilai korupsi Nurdin waktu itu (thn 1998) Rp 120 milyar, saat ini mungkin nilainya setara dgn Rp 1 triliun dgn standar nilai tukar uang yang sekarang.
Duit ini nih yg dipake untuk biayain kirim Timnas PSSI ke Piala Tiger (skrg AFF) & Asian games. Dan juga untuk gaji pemain & biayain hidup mereka. Uang haram dipake Beginian,Hasilnya Saksikan Sendiri,Ada Prestasi?

Ketika Nurdin diputus bebas di pengadilan, terjadi demo mahasiswa besar-besaran. 1 orang mahasiswa Unhas ditembak pahanya oleh polisi. Akhir Maret 1999, 2 hari sebelum Nurdin divonis bebas, ketua HMI cabang Ujung Pandang Syafinuddin Al Mandary diculik oleh mertua Nurdin. Dalam laporannya kepada polisi, Syafinuddin bilang kalo dia dibawa paksa ke rumah Nurdin & diancam disana untuk tidak lagi menggalang demonstrasi.

Dalam BAP polisi, Nurdin mengancam Syafinuddin seperti ini: “Manakala saya tahu bahwa kamu ikut mendemo saya maka kamu tidak akan selamat. Kamu harus ingat bahwa massa saya malam ini sudah berkeliling, sudah jaga-jaga. Intinya mereka sudah operasi, tidak bisa menjamin keselamatanmu.Kalau kamu ikut demonstrasi, kamu tidak akan keluar dari sini.” demikian pengakuan Syafinudin. Nurdin membantah. Dan pada akirnya,Kasus ini gak jelas ujungnya.

HAti-Hati Diculik :
Maret 28, 1999. HMI melaporkan Nurdin ke Komnas HAM atas dugaan penculikan tersebut. Keesokan harinya, mertua Nurdin, Andi Halim Hasan membantah.
Mertua Nurdin mengatakan kalo dugaan penculikan itu di dramatisir, namun dia mengaku jemput Syafinudin untuk dibawa jalan-jalan karena masih ada hubungan family. Menurut mertua Nurdin, pemanggilan Syafinudin itu urusan keluarga, bukan penculikan. Istri Syafinuddin adalah sepupu dari istri Nurdin Halid.
Majalah Gamma edisi 11 april 99 menjadikan kasus tersebut sebagai laporan utama: “Aksi Mertua untuk Menantu” Nurdin Halid dituduh menculik aktivis.

Kembali ke kasus korupsi koperasi cengkeh Nurdin yg Rp 120 m itu. Kenapa Nurdin dibebaskan oleh Jaksa?
Media menyorotin dugaan suap rumah.
Jaksa agung waktu itu Andi Ghalib, yang juga dari Sulsel, diduga menerima rumah mewah di kawasan elite Jalan Hertasning Nomor 9 Ujungpandang. Rumah itu diberi oleh Nurdin melalui PT Panrita Bola, konstruksi & real estat company miliknya. Menantunya Ghablib membantah. Dia bilang itu rumahnya. Menantu Ghalib
mengatakan itu rumah pribadinya yang dibeli oleh ortunya,bukan dari Nurdin. Ghalib mensomasi beberapa media massa. Tapi gak jelas juga ujungnya.

Setelah kasus korupsi koperasi cengkeh yg hebob thn 98/99 itu, Nurdin juga jadi tersangka untuk kasus lain. Kasus PENCURIAN SPANDUK. Kejadiannya awal
Maret 99, mahasiswa UMI Ujungpandang laporkan Nurdin ke polisi karena spanduk sepanjang 30 meter hilang di halaman kampus mereka. Isi spanduk
tersebut antara lain “Nurdin Pengisap Darah Rakyat” beserta kartun lucu2an wajah Nurdin. Malam2 ada ninja yg nyuri spanduk tersebut. Kepala Kepolisian Kota Besar Ujungpandang Kol Jusuf Manggabarani (saat ini Wakapolri) telah
menjadikan Nurdin tersangka tapi sulit diperiksa, Kesulitan tersebut, menurut Jusuf, karena Presiden Habibie belum mengeluarkan izin untuk bisa memeriksa Nurdin karena dia anggota DPR waktu itu. Izin dr Habibie untuk periksa Nurdin tidak pernah keluar & sampai sekarang kasus pencurian spanduk tersebut gak
jelas. Wakapolri masih mau lanjutin gak ya?

Episode Nurdin Halid 2000-2005/2005-2011

Ini orang dari jaman dulu emang udah sakti wkwkwkkk…
Kiprah Nurdin Halid periode 2000-2005. Kita mulai dari kiprahnya waktu jadi penguasa PSM Makassar. Awal 2000, Nurdin ribut ama Benny Dollo yg waktu itu pelatih Persema. Benny bilang PSM kalo main dikandang suap wasit, makanya menang mulu. Pas Benny Dollo mau kasih bukti Nurdin suap wasit supaya PSM menang, Nirwan Bakrie turun tangan untuk selamatkan Nurdin dari serangan Benny.

April, 2000.
2 pemain PSM Makassar Kurniawan Dwi Julianto, bintang Timnas saat itu, pesta sabu di Surabaya bersama beberapa pemain. Kurniawan pesta sabu dengan rekan 1 timnya Kuncoro & pemain Persebaya Mursyid Effendy di Hotel Weta, Surabaya. Atas desakan Nirwan Bakrie, Nurdin menutupi keterlibatan Kurniawan. Kurniawan adalah produk Primavera di Italy yg disponsori Bakrie.

Nurdin, Nirwan & Agum mengancam pemain supaya kasus tersebut tidak bocor lebih luas ke pers untuk melindungi Kurniawan. Tapi akhirnya Kuncoro bocor. Pelatih
Persebaya waktu itu Rusdi Bahalwan meminta Nurdin & Kurniawan sumpah pocongk karena diduga bohong untuk menutupi kasus pesta sabu tsb. Adik kandung Nurdin Halid, Andi Kadir Halid (pengurus PSM juga), ikut ngelindungi Kurniawan yang akhirnya diputus tidak melanggar disiplin oleh Agum. Atas desakan Nurdin & Bakrie, Agum Gumelar mengambil alih langsung kasus Kurniawan dari Komisi Disiplin PSSI.
Hasilnya: Tidak jelas.

SIAPA BERANI GAMPAR Nurdin Halid ?
PSM juara Liga Bank Mandiri 2000. Nurdin ngeluarin duit Rp 5 M waktu itu. Nilai saat ini kira2 Rp 20 M lah. Duit korupsi?
Juni, 2002, Nurdin Halid akhirnya diperiksa 10 jam oleh Kejaksaan Agung yang waktu itu dipimpin Baharudin Lopa, orang Sulsel. Jaksa penyidik Lukman Bachmid
sempat menampar Nurdin Halid dalam pemeriksaan karena belagu maen ancam2an merasa anggota DPR. Setelah ditampar, Nurdin baru diem dan gak belagu lagi. Kajagung Lopa memang hebat, dia sudah minta anak buahnya kalo Nurdin belagu gampar saja.

Skarang Ada yang berani Mau Gampar Die lagi ga ?

Demikian tadi sekelumit Curriculum Vitae Nurdin Halid yang di rangkum dari Sumber :

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7189970

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada Februari 27, 2011 in Uncategorized

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: